Asal Usul Sejarah Renang
Asal Usul Renang – Anda hobby
berenang? Sudah tahukah Anda tentang asal usul sejarah olahraga renang?
Olahraga air ini ternyata menurut catatan sejarah sudah dimulai berabad-abad
lalu sejak masa sebelum sejarah, masa di mana manusia tidak mengenal tulisan.
Salah satu bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang
perenang dari zaman batu yang telah di temukan di gua perenang. Banyak orang
berenang untuk keperluan rekreasi dan bahkan kompetisi yang dilakukan di kolam
renang. Ada juga orang yang berenang di sungai, danau, dan laut sebagai bentuk
rekreasi dengan berbagai gaya, seperti gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Berikut ini adalah awal mula
sejarah renang dan berbagai gaya dalam berenang, seperti yang
dilansir Wikipedia.
Sejarah Olahraga Renang
Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di “gua perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst).
Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di “gua perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst).
Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun
1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Sebagian besar peserta waktu itu
berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya
rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat.
Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan.
Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada
tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade.
Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk
pada 1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya
dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.
Macam-macam
Gaya dalam Berenang
Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.
Gaya bebasDalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.
Gaya Dada
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar
gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur
Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling
lambat.
Gaya PunggungSewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki
serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air.
Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan
mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau
membuang napas dengan mulut atau hidung.
Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start
perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di
atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam.
Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi
pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua
belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah
dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900,
gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya
bebas
Gaya Kupu-kupuGaya kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan
merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang
pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari
koordinasi gerakan tangan dan kaki.
Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan
yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari
ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu
dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya
berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan
yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.
PERATURAN BERENANG
Peraturan selama berada di kolam :
·
Berhati – hatilah akan ketrampilan berenang anda
di lingkungan kolam setiap waktu.
·
Meskipun anda berenang di kolam pribadi atau
umum, ingatlah untuk berhati – hati .
·
Perenang – perenang pemula harus di jaga oleh
orang dewasa yang mempunyai penggunanan alat keselamatan dan prosedur darurat.
Ingatlah bahwa nyawa manusia itu berharga.
·
Tidak boleh berenang setelah makan.
·
Pemanasan badan sebelum anda berenang untuk
mencegah kram.
·
Mengetahui ketrampilan berenang, dan mengetahui
apa yang pantas anda lakukan dan tidak pantas anda lakukan, jangan ambil resiko
di sekitar tempat latihan untuk menghindari kecelakaan.
·
Belajar untuk mengapung dan santai di dalam air.
·
Jika anda baru saja belajar berenang, sebaiknya
belajar di tempat yang dangkal.
·
Jangan pernah berenang sendiri walaupun anda
seorang perenang yang baik. Lebih baik berenang dengan seorang pengawal kolam
sedang bertugas.
·
Jika anda sedang bertugas mengawasi anak – anak
yang berenang, jangan sekali – kali melepaskan pandangan anda dari kolam.
Mereka dapat tenggalam dengan cepat.
·
Orang yang kurang pinter berenang, mestinya
tidak bermain rakit atau bermain ski air tanpa baju pelampung yang sempurna.
·
Jika anda mendapatkan kram di lengan tanganmu,
betis dan telapak kaki ketika berenang, segera berhenti dan meregangkan otot
diluar kolam.
·
Jika kamu merasakan kram datang saat berenang,
segera berubah arah tujuan untuk menepi.
·
Jangan berenang pada malam hari di laut, sungai,
danau, kali atau kolam yang kurang pencahayaan.
·
Meminta bantuan manakala jika mendapatkan
kesulitan dengan berteriak dan melambaikan tanganmu.
·
Keluarlah dari kolam jika ada kilat dan petir.
·
Jangan berenang dibawah dengan membawa papan
selancar atau papan penyelam karena dapat melukai perenang lainnya jika
bertabrakan.
·
Jangan berlari mengitari tepi kolam, kamu bisa
tergelincir dan mendapatkan luka atau jatuh.
·
Jangan menceburkan orang lain dan ini dapat
menghancurkan kepercayaan diri orang tersebut.
·
Jadilah lebih bijaksana daripada perenang
lainnya. Mengamati jalur dimana anda berenang , maka anda tidak akan
bertabrakan dengan perenang lainnya.
·
Jika diijinkan menggunakan peralatan, gunakanlah
dengan hati – hati
·
Jangan melompat ke kolam tanpa memperhatikan
apakah aa seseorang lain dibawah.
·
Jangan bercanda di kolam, karena dapat melukai
teman anda dengan dindinga tepi kolam.
·
Jangan berenang pada saat gelap kecuali jika ada
pencahayaan yang cukup baik.
·
Pastikan kolam tempat latihan anda tersedia alat
pengapungan dan peralatan penolong.
·
Hindari anak – anak bermain dengan pesta pora
dikolam yang dalam tanpa diawasi.
·
Jangan pernah meninggalkan anak – anak kecil
tanpa pengawasan siapapun di kolam, karena anak – anak tidak pernah berpikir
air sebagai bahaya, secara insting mereka sangat lengah. Meninggalkan mereka
sendiri di kolam tanpa pengawasan dapat berakibat FATAL.
·
Angkatlah anak – anak kecil keluar dari kolam
jika ada telepon berbunyi atau jika kamu harus melaksanakan beberapa tugas
ringkas.
·
Jika ada seorang anak yang hilang carilah
dikolam pertama kali untuk menyelamatkannya.
·
Ingat bahkan perenang yang baikpun dapat
tenggelam.
Catatan Penting untuk semua cabang olah raga :
Untuk keselamtan dan kenyamanan yang maksimum, ketika kamu
olahraga, selalu melakukan pemanasan badan sebelum kamu memulai beraktifitas
olahraga macam apapun, dan melakukan pendinginan pada saat selesai. Hindarilah
kekakuan dalam perengangan sebelum dan setelah berenang. Pemanasan juga
membantu menyiapkan badan untuk dapat melakukan gaya renang yang spesifik .
Diluar kolam, lakukan perengangan dan pelenturan otot dengan lembut dan setelah
berada dikolam, lakukan latihan secara khusus untuk dapat menyesuaikan dengan
keadaan diair. Ini tidak hanya untuk pemanasan tetapi membantu meningkatkan
kekuatan dan otot. Lakukan renang secara pelan dan terus menerus atau bereang
dalam jarak yang pendek. Gunakanlah kombinasi gaya renang untuk penyesuaian
badan di air.
No comments:
Post a Comment